Home > Agama Islam > Teladan Berutang dari Rasulullah

Teladan Berutang dari Rasulullah

Islam menganjurkan untuk tidak berutang kecuali sangat membutuhkan dan mampu melunasinya. Anas bin Malik mengisahkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alayhi wassalam sering berdoa pada Allah meminta perlindungan dari lilitan utang,”Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan utang dan laki-laki yang menindas. ” (HR Bukhari).

Pernah beliau ditanya mengapa beliau berdoa agar dilindungi (dijauhkan) dari lilitan utang, beliau menjawab “Karena seseorang yang dililit utang bila berbicara ia akan berbohong dan bila berjanji ia akan mengingkari.” (HR Bukhari).

Namun, bila dalam kondisi yang sangat membutuhkan, misalnya untuk memenuhi kebutuhan pokok/makan sehari-hari, utang diperbolehkan. Hal ini seperti yang pernah dikatakan Aisyah, “Rasulullah shallallahu alayhi wassalam membeli bahan makanan dari seorang Yahudi dengan cara tidak tunai dan memberikan baju besinya sebagai jaminan.” (HR Bukhari).

Dari hadits tersebut tampak bahwa Rasulullah berutang untuk membeli bahan makanan untuk dirinya dan keluarganya, untuk memenuhi kebutuhan pokok bukan untuk yang lain, gengsi apalagi bermewah ria. Itupun Rasulullah juga memberikan jaminan. Jaminannya adalah baju besi yang digunakan untuk berperang.

.

Sasongko Bawono
Chakra Media Promosindo (Chakramedia)
Milist Pengusaha Muslim – 15 Sep 2012

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s