Home > Agama Islam > Nikmat Iman dan Nikmat Sehat

Nikmat Iman dan Nikmat Sehat

Terkadang kita merasa bahwa kita telah berbuat baik kepada Allah, tetapi Allah belum memberi kita kebaikan. Pemikiran seperti itu hendaknya di rubah, justru Allah lah yg memberi kita nikmat iman, sehingga kita tidak tersesat dan selalu berbuat baik. Logika sederhana, dan semua orang berakal pasti memilikinya, bila kita inginkan sesuatu, pasti harus ada usaha / pengorbanan. Klo kita ingin pandai, ya mesti berkorban waktu dan tenaga untuk belajar. Klo kita ingin sehat, ya kita mesti makan makanan yg sehat dan rajin olah raga. klo kita ingin surga nya Allah, ya mesti kita harus beramal baik. Masuk logika kah bila kita suka berbuat maksiat dan jarang beribadah akan masuk surganya Allah. Pertanyaan sederhana berikutnya, apakah berbuat maksiat itu memerlukan usaha yg keras?

.
Cuplikan ceramah Ust Dr. Syafiq Reza Basalamah:

Ada seorang pemuda di Saudi, pemuda ini di penjara karena berhutang sekitar 750rb riyal (Rp2,5M), pemuda ini mendapat kunjungan dari salah seorang syaikh di arab, dia mengatakan kepada syaikh tersebut kalau dia ingin bunuh diri, karena syaikh ini kaya, syaikh itu bilang dan menawarkan kepada pemuda itu, jangan lah kamu bunuh diri, kamu akan sy beri 1jt riyal, mendengar ucapan syaikh tersebut, senanglah hati si pemuda. Lalu syaikh tersebut melanjutkan ucapannya kepada pemuda tersebut, uang 1jt riyal ini ada syaratnya, pemuda itu menjawab, ya Syaikh, sy akan berusaha maksimal untuk melakukan syarat tersbut asalkan saya bisa mendapat 1jt riyal. lalu syaikh menjawab, syaratnya adalah kamu harus menyerahkan 2 bola mata milikmu, setengah hati kamu, setengah liver kamu. Mendengarnya, pemuda itu pun keberatan, lalu syaikh itu memberi pilihan berikutnya, bahwa ada pekerjaan yg bisa mendapatkan uang yg besar, yg mampu membayar lunas hutang mu, pekerjaan itu adalah menjadi misionaris di afrika, syaratnya kamu harus murtad dan keluar dari islam, mendengar itu, pemuda itu pun keberatan lagi, dia gak mau murtad. Dan syaikh itu bilang ke pemuda tersebut, begitu banyak nikmat Allah yg kamu dapatkan selama ini, yg baru saya tunjukkan itu adalah sedikit contoh nikmat kesehatan dan nikmat iman, dan keduanya nilainya jauh lebih dari hutangmu, lalu mana mungkin kamu dengan alasan hutang 750rb riyal kamu meninggalkan semua nikmat yang Allah berikan kepada mu.

Tidak berguna suatu ilmu, bila dengan hal itu, rasa takut kita kepada Allah semakin berkurang. Misalkan dengan merasa kita sudah hafal suatu surat dlm AlQur’an, malah membuat kita semakin tidak takut kepada Allah. Ada sebuah kisah, seseorang berwasiat kepada sanak saudaranya, bila dia meninggal, agar jasadnya di bakar dan abunya di sebar di lautan, harapannya, bila abunya tersebar di lautan, tidak ada siksa kubur yg akan menimpanya, karena jasadnya tersebar, di lain sisi, orang tersebut meyakini bahwa meskipun abu nya di sebar di lautan, jasadnya akan kembali utuh saat di akhirat, tetapi dia tetap berwasiat seperti itu kepada sanak saudaranya, karena dia tahu, hal maksiat yang telah dilakukannya akan membuat Allah murka. Saat di akhirat, Allah bertanya kepadanya, kenapa kamu menyuruh sanak saudara mu untuk membakar jasadmu dan menebar abunya di lautan, lalu dia menjawab, saya takut akan siksa mu ya Allah. Mendengar itu, Allah menyuruh malaikat untuk memasukkan orang tersebut di surga.

-Nur Muhlis-

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: