Archive

Archive for the ‘uneg uneg’ Category

Monyet dan Dendam

July 10, 2016 Leave a comment


Di Afrika, ada sebuah teknik yang unik untuk berburu monyet di hutan Afrika. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup2 tanpa harus menggunakan senapan dan obat bius, dan tanpa cidera.
Cara menangkapnya sederhana saja, pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma untuk mengundang monyet2 datang. Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.
Para pemburu melakukannya disore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet2 yang tangannya terjebak didalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa ?
Monyet2 itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang2 yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, maka monyet2 itu tidak bisa menarik keluar tangannya.
Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula mereka terjebak.
Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet2 itu tidak akan dapat pergi kemana2..!

Sebenarnya monyet2 itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya, tapi mereka tak mau melepaskannya…
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah monyet2 itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yang sama seperti monyet2 itu.
Mereka mengenggam erat setiap permasalahan yang dimiliki tanpa mau melepaskannya.

Mereka sering menyimpan dendam, Benci dan iri, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni.
Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Sehingga tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, terkadang membawa “toples2” itu kemana pun & kapanpun mereka pergi. Mereka terus berusaha berjalan menapaki jalan kehidupan ini dengan beban berat itu.
Tanpa sadar, mereka sebenarnya sudah terperangkap penyakit kepahitan yang akut, yg bisa berakibat pada mengerutnya sel2 tubuh mereka, dan putusnya benang2 DNA-nya.

Jika hal ini dibiarkan berlarut, maka kemungkinan besar sel2 yg mengerut tadi perlahan namun pasti, bermutasi menjadi sel2 KANKER…!!
Penelitian ttg sel tubuh yg bermutasi jadi sel kanker inilah yg mengantarkan Prof. Dr. Bruce Lipton, dari USA, menerima hadiah Nobel dlm bidang Biologi Molecular.
Sebenarnya mereka akan selamat dari sakit berbahaya ini jika mereka mau melepaskan semua pikiran, perasaan dan emosi negatif (su’u zhon, kecemasan, marah, dendam, benci, iri dengki, menganggap diri paling benar, orang lain selalu salah…dll) terhadap siapapun.
Jika kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari2 masih banyak orang2 yg hatinya seperti tangan monyet tersebut. Ayo mari kita lepaskan, maafkan, ikhlaskan. Kita bisa… 🐒

Sumber: copas dari group Titik Nol Expedition Mas Rakhmad tgl 10-07-2016

Cancel Invoice dari Apple Store atas Purchase yang Tak Sengaja

April 18, 2016 Leave a comment

  
Pagi ini dapat email Invoce dari Apple, besarnya adalah Rp.439rb, seingat saya, ítem tersebut (LinkedIn Premium Account) sudah saya unsubscribe, tetapi kenapa masih ada tagihannya, tagihannya besar lagi. Setelah ku cek, ternyata, Auto Renewal untuk ítem tersebut belum saya matikan. Akhirnya kumatikan Auto Renewal dan saya telp call centre Apple Indonesia 0800-1-027753, kujelaskan perihal tersebut, sekitar 15 menit bicara sama operatornya, masalah sudah solve, uang refund akan di kembalikan ke rekening asal, waktu pengembalian maksimal 10 hari kerja.

Pagi yang Bahagia

March 11, 2016 Leave a comment

Kemarin, sy pijat reflexy kaki, kaki di pijat sampe capek, uang yg di kluarkan sebesar 65rb, kepuasan nya sy sebagai konsumen biasa saja, tetep saja ingin di pijet terus, begitupula petugas kasir yg mnrima pembayaran jasa pijet tersebut, nerima uangnya juga biasa saja.

Pagi ini,  sepulang dari lihat progress rumah, sy melihat bapak2 sedang istirahat, dia mmbawa berbagai macam cobek/ulek kan, sy teringat butuh cobek, sy datangi dia, sy beli cobek nya sepasang, harganya 35 rb, bapak nya nerima uang dengan sumringah, sy pun bgitu bahagia bisa mmbeli cobek itu,, Masya Allah, Bahagia itu sederhana…

 

Puri Surya Jaya Sidoarjo

Valencia Spring Fonsanta

image

Tulisan untuk Istriku, Mega Wahyuni

December 24, 2013 Leave a comment

Memiliki istri, siapapun itu, aku wajib membahagiakannya secara penuh, aku harus berusaha maksimal membahagiakannya, sampai di batas kemampuan yang bisa aku tanggung. Dengan dasar ini, rugi rasanya bila aku tidak mendapatkan istri yang terbaik, dan beruntunglah aku, karena saat ini memiliki istri yang cantik, jujur  dan taat beribadah, bagiku, ketiga hal itu lebih dari cukup bagi Engkau, istriku Mega Wahyuni, tuk jadi istri yang terbaik.

Proses Acara Akad Nikah

Proses Acara Akad Nikah

Menikah itu, bisa di bilang ringan, bisa juga di bilang berat, di bilang ringan karena tidak perlu memiliki harta yang banyak untuk menikah, di bilang berat karena tanggung jawab yang harus ku tanggung atas Engkau dan calon anak kita. Bila Engkau melakukan dosa, aku harus menanggung dosa tersebut, apabila Engkau tidak menutup aurat, aku lah yang menanggung, bila Engkau meninggalkan sholat, aku pula yang menanggung dosa, bila Engkau melakukan transaksi riba, aku lah yang menanggung dosa nya, apabila Engkau tidak menjaga lisan, aku lah yang menanggung dosa tersebut, dsb. Bagaimana bila aku gagal membimbing Engkau, maka aku termasuk orang yang fasik. Sesuai hadist nabi “Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga  hancur tubuhku”. (HR. Muslim)

Istriku, sebagaimana Engkau ketahui, Ibu ku lebih berhak atas diriku daripada Engkau. Di lain pihak, Engkau saat ini adalah tanggung jawabku, bukan lagi orang tua Engkau yang menanggung. Pada posisi ini, maka janganlah ada rasa iri bila ada sikapku yang berbakti pada orang tua kita. Ketahuilah wahai istriku, aku berusaha membahagiakan Engkau sebagaimana aku juga berusaha membahagiakan orang tua kita. Apapun keadaanku, tak akan kubiarkan sampai Engkau terlantar karena tidak memiliki tempat untuk berteduh, tak akan kubiarkan sampai Engkau lapar karena tidak memiliki makanan, aku akan berusaha maksimal untuk tidak membuat Engkau bersedih.

Istriku, suami mu ini suka ambil resiko, tapi ketahuilah, hal ini juga untuk kebaikan pada akhirnya. Aku ambil contoh dalam hal karir, apabila ada dua kondisi sebagai berikut: kondisi pertama, bekerja di suatu perusahaan mapan, jenjang karir dan benefit bagus, memiliki rintangan dan jalan yang di lalui jelas sampai masa purnabakti. “benefit bagus” dalam hal ini, benar-benar bagus, diatas rata-rata karyawan Indonesia. Lalu kondisi kedua, karir yang jalan nya kurang jelas, tempat kerjanya kurang mapan, jalan yang dilalui harus melewati lembah, padahal dasar lembah itu gak terlihat karena dalamnya, sehingga aku tidak tahu pasti perbekalan apa yang harus kubawa untuk berhasil melewati lembah tersebut, bisa saja ku salah dalam membawa perbekalan, sehingga perjalanan tidak mulus, akan tetapi aku tahu, bila telah melewati lembah itu, terdapat gunung, gunung  yang mempunyai kebahagiaan minimal dua kali dari kondisi pertama. Maka, sebagai lelaki, aku akan ambil resiko dengan memilih kondisi yang kedua. untuk itu istriku, bila suatu saat nanti, ku berada pada kondisi seperti berada dalam dasar lembah, perhatian dan support Engkau, sungguh ku perlukan. Apapun keadaan ku, tak akan kubiarkan sampai Engkau terlantar karena tidak memiliki tempat untuk berteduh, tak akan kubiarkan sampai Engkau lapar karena tidak memiliki makanan, aku akan berusaha maksimal untuk tidak membuat Engkau bersedih.

Istriku Mega Wahyuni, maaf kan aku, bila dalam perjalanan hidup kita nanti ada masa-masa sulit, percayalah suami mu ini, berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat keluarga kita. Semoga Allah selalu melindungi kita dan semoga kita selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.  Amin Ya Allah.

 

Nur Muhlis, 24 Des 2013

Facebook Deactivated

January 13, 2012 Leave a comment

sudah terlalu banyak waktu yang tersia sia untuk FB,, mau gak mau harus berhenti,, klo gak begitu akan terbawa arus,,

ya sudah , sudah diputuskan, deactivated facebook sebagai jalan keluar..

To deactivate your account:

  1. Click the account menu at the top right of any Facebook page
  2. Choose Account Settings
  3. Select Security from the left-hand menu
  4. Click on “Deactivate your account”

Alangkah Relatifnya Waktu..

January 9, 2012 Leave a comment

waktu aq SD kelas 2,,saya menunggu waktu untuk satu mata pelajaran itu lama,, sehingga bolak balik melihat jam,, kapan ini pelajaran usai. 45 menit terasa lama..

waktu smp kelas 2,, kalau smp, tahu2 sudah istirahat,, jadi waktu lumayan gak terasa,, menunggunya bukan tiap mata pelajaran saja,, tapi kapan istirahat..

waktu smu kelas 2,, kalau SMU, tahu tahunya sudah akhir minggu,, jadi menghabiskan 1 minggu terlalu capat rasanya. bagaimana gak cepat tugasnya pada ngantri..

waktu kuliah tingkat 2, masa ini seperti mimpi,,tahu2 sudah di hadapkan untuk kerja praktek dan tugas akhir,, padahal serasa bulan lalu saja ribut milih2 kuliah.  malah hati ini gak kpingin lulus pula,, soalnya takut menghadapi dunia kerja,, gak kebayang bentuk ato model kerja seperti apa…

waktu kerja tahun ke-2,, waktu kembali melambat,, karena menunggu gajian,, jadi setiap tanggal 20-an waktu seperti keong, terkadang menunggu gajian sejak tanggal 5 padahal 25 hari lagi gajiannya,, bener2 waktu seperti keong….

waktu kerja sambil kuliah,, menjalani 2 tahun kalender masehi seperti sekejap saja,, tahu2 sudah lulus,, tahu2 sudah berumur 27th,, tahu2 sudah 2 tahun,, pokoknya, menjalani 2 tahun kerja sambil kuliah, waktu sangat tak terasa,,

setelah 5 tahun kerja,, mengalami tahun baru jadi tak terasa,, merayakan tahun baru seperti biasa saja, tidak ada yang spesial, terkadang menulis tahun yang baru dalam tulisan serasa gak percaya, “benarkah tahun sudah berganti?”.

Selamat Tahun Baru 2012..

Waktu Relatif Terhadap Usia

Waktu Relatif Terhadap Usia

 

Bukalah Mata pada Dunia Aku Mampu Buktikan Semua

December 1, 2011 4 comments

Semoga Allah SWT Meridhoi setiap langkah kita……

Memang benar Allah memberi ujian pada umatnya itu sesuai dengan kemampuan-Nya. dalam 2 tahun ini ada 2 kesedihan yang telak kepada saya. yang pertama adalah gagal dalam penerimaan pegawai PT PUSRI dan yang kedua adalah putusnya hubungan dengan calon istri setelah 1 tahun lebih bersilaturrahmi.

Kisah Pertama

Saya kisahkan yang pertama, kenapa saya gagal tes masuk karyawan di PT PUSRI merupakan salah satu pukulan telak. Setelah lulus S1, saya tidak ada kegiatan alias menganggur, saat itu ada lowongan PT PUSRI di umumkan di blog pencari kerja, PT PUSRI membuka pendaftaran hanya di dua tempat saja yaitu di ITB Bandung dan di UNSRI Palembang. Dengan begitu, segala test penerimaan karyawan PT PUSRI dilakukan di Bandung dan Palembang. Kalau perusahaan swasta mungkin gak masalah kita melakukan tes luar kota, karena dalam kurun maksimal satu bulan semuanya ada hasil, terkadang uangnya di ganti pula, tapi PUSRI ini adalah perusahaan BUMN, sistem perekrutannya pun berlapis dan memakan waktu lebih dari 3 bulan.  Saat itu saya berdomisili di surabaya, berbekal keyakinan dan karena fokus untuk menjadi pegawai BUMN, maka saya memberanikan diri mendaftar di PT PUSRI. Hambatan pertama datang pada saat pendaftaran, karena saya tidak memungkinkan datang ke Bandung hanya untuk mendaftar saja, maka saya daftar secara jarak jauh dan sering telp telp an sama pegawai PCD-ITB (lembaga Pengembangan Karir ITB), kirim berkasnya lewat POS, pada saat saya melamar pun saya harus keluar uang, karena salah satu syarat mengikuti tes PUSRI adalah menjadi anggota PCD-ITB.

Sampailah pada pengumuman tahap Administrasi, Tepatnya tanggal berapa saya lupa, tapi harinya saya ingat, yaitu hari Jum’at. Jum’at pagi ada pengumuman PT. PUSRI tahap Administrasi dan Alhamdulillah saya lolos tahap administrasi. masalahnya adalah tes nya hari Minggu di bandung. saya tahunya kalau saya lolos adalah Jum’at sore. pada sore itu juga cari2 informasi kepada teman yg lolos tahap Administrasi, ternyata teman2ku yang lolos tahap Administrasi sudah berada di atas kereta menuju Bandung, soalnya mereka bisa naik kereta karena tahu pengumumannya lebih awal. saya mikir2 sebentar, akhirnya minta restu &  minta uang saku ortu untuk berangkat ke Bandung mengikuti tes PUSRI. Bayangkan sore pengumuman malamnya langsung berangkat, tanpa persiapan apapun. satu2nya jalan saya pergi ke bandung dan samapai pada hari minggu pagi adalah dengan cara seperti backpacker, pindah2 bus, bukan bus malam langsung jurusan surabaya-Bandung, tetapi saya pergi naik bus AKAP, alasan naik bus ini karena waktu, naik bus malam tidak memungkinkan karena bus malam kebanyakan berangkat sore, sedangkan sore saya belum siap apapun (dokumen, baju dsb), setelah melakukan persiapan ala kadarnya karena di kejar waktu, akhirnya saya berangkat tengah malam, hari itu juga.

Jum’at tengah malam, saya berangkat pergi ke terminal, naik bus jurusan semarang, sampai semarang hari sabtu, pukul 4 pagi. saya masih awam tentang jurusan bandung, calo terminal pada subuh sangatlah buannyyyak, jadi untuk bertanya pun saya harus hati2 agar tidak tanya pada calo. setelah tanya seseorang, akhirnya saya ditunjukkan cara menuju ke Bandung, menuju ke bandung selalu lewat cirebon, jadi kita bisa naik bus jurusan cirebon atau langsung jurusan bandung. karena alasan istirahat dan sholat, akhirnya saya memilih jurusan cirebon,  jalan bahwa ada bus yang langsung jurusan Bandung, setelah ISHOMA saya melanjutkan perjalanan pukul 5 pagi ke cirebon, sampai cirebon jam 1 siang. setelah makan dan sholat di terminal, Sabtu, jam 2 siang saya melanjutkan perjalanan ke bandung.

Sampai bandung hari sabtu sekitar jam 6 sore, perlu diingat pula inilah kali pertama saya pergi ke Bandung, sampai di Bandung sudah malam, saya tidak tahu di mana itu ITB (tempat tes PUSRI di ITB) sedangkan tes nya besok pagi. Turun dari bus jurusan cirebon-Bandung, saya langsung menuju ke musholla terdekat, selain untuk sholat, saya pergi ke musholla juga untuk istirahat. turun dari bus AKAP langsung menuju musholla ternyata banyak enaknya juga lho, enaknya karena terhindar dari sasaran empuk calo terminal (jadi kalau ada calo tanya “mau ke mana kang?” aq jawab dengan enteng “ke musholla”). waktu menujukkan pukul 7 malam, Setelah dari musholla saya mencari warung nasi, selain makan juga untuk cari informasi, di mana ITB itu dan menuju ke sana harus naik apa. setelah tanya2 akhirnya dapat juga, cuma naik 1 kali amgkutan dari terminal ke ITB DAGO. Sampai di ITB pukul 8 malam, suasana malam yang gelap, pohon besar & tinggi menambah suasana mencekam, maklum pertama kali ke ITB dan belum tahu ke mana akan tinggal. turun dari angkutan saya langsung mencari masjid ITB, akhirnya sampai di masjid Salman ITB, minta ijin Takmir masjid untuk tidur di selasar masjid, dan di persilahkan oleh takmirnya. setelah perjalanan 24 jam naik bus, jadinya tetep bersyukur walaupun tidur di selasar masjid Salman (lantainya dingin sekali, saya gak mbawa alas) dengan hanya alas jaket yang bau solar.

Setelah sholat subuh, saya persiapan untuk mengikuti tes PT PUSRI, karena saya belum tahu tempatnya, maka pagi buta saya jalan2 di kawasan kampus ITB. pada saat tes, adrenalin saya sudah stabil, tidur berteman angin dingin yang sangat tidak terasa pada saat mengikuti tes.

Tes PUSRI sistemnya sistem gugur, tes berikutnya hari senin, akan tetapi saya belum tahu apakah saya lolos atau gagal pada tahap pertama, pengumumannya minggu malam, jadi pada hari minggu malam saya tidak lagi menginap di selasar masjid salman akan tetapi saya menginap di warnet, sembari menunggu pengumuman saya juga bisa tidur di warnet. saya pesan tempat selama semalam penuh kepada penjaga warnetnya. Alhamdulillah saya lulus tahap pertama. senin saya mengikuti tahap kedua.

Selepas mengikuti tes tahap kedua, waktu menunjukkan pukul 1 siang, saya langsung menuju terminal Bandung, dengan cara yang sama seperti berangkat ke Bandung, saya ke surabaya naik bus AKAP, hari senin pukul 3 sore saya berangkat ke Cirebon, sampai cirebon pukul 10 malam, dari cirebon ke semarang, sampai semarang hari selasa sekitar pukul 2 pagi, atas saran pedagang kelontong, sebaiknya saya melanjutkan perjalanan ke surabaya ba’da subuh saja, karena pada jam 2 s/d jam 5 adalah kondisi rawan2 nya terminal semarang. sampai Surabaya (Gresik) hari selasa pukul 1 siang.

Ingat, itu adalah satu kali perjalanan saja, sedangkan seleksi PT PUSRI terdapat 7 tahap. dan anehnya PT PUSRI selalu mengumumkan lolos atau tidaknya peserta adalah H-2, sehingga saya selalu melakukan hal yang sama,selalu naik bus AKAP, saya hanya sekali ke Bandung untuk tes PUSRI naik kereta PP, bukan karena apa, akan tetapi saat itu saya  berada di madiun, ada tes  perusahaan BUMN yang lain yaitu PT INKA.

Selain di masjid saya juga pernah tidur di kos2an, saya ngekos 1 minggu,, suatu waktu pengumumannya selama 2 minggu setelah tes, maka saya tidur di rumah kakak saya di bekasi, karena kalo balik ke surabaya terlalu jauh.

Alhamdulillah saya lolos sampai tahap ke-7, akan tetapi saya gagal tahap ke-7.. betapa menyesakkannya hasil ini.. sudah perjalanan surabaya-bandung 4 kali tapi hasilnya gagal di tes yang terakhir….

cerita2 dibalik perjalanan..
Cerita #1

suatu ketika (saya lupa perjalanan ke berapa) saya sampai di terminal cirebon pukul 11 malam (dari Bandung menuju ke Surabaya). jam segitu sampai subuh adalah berkumpulnya para calo terminal. saat itu saya sedang menunggu bus jurusan semarang, ada calo datang tanya ke saya,,
Calo  : mau ke mana mas?
saya  : semarang
calo  : jam segini tidak ada mas jurusan semarang
saya : oh ya kah!! (pura2 gak tahu juga, dengan logika saja saya tahu kalo jurusan semarang itu ada. bus2 jakarta arah ke .            timur kalau gak ke semarang ke mana lagi)
calo  : tapi ada bus jurusan solo kalau mau. nanti saya carikan tiketnya.
saya  : berapa harganya?
calo  : lebih mahal dikit, kalau semarang Rp 125rb, soalnya ada toilet di dalam
saya  : gak bisa kurang Pak, saya kemarin dari semarang naik coyo cuman 50rb
calo  : Wah lain Pak. coyo kan gak ada toilet dalamnya (toilet?? gak penting)

setelah debat yang panjang akhirnya dapat harga 75rb, masalah timbul setelah deal harga, awalnya emang 1 calo, tp gak tahu kenapa jadi 3 calo yg kerumunin saya, mereka maunya minta uang terlebih dahulu, akan tetapi saya gak mau, soalnya tiket yang mereka tunjukkan ke saya tiket usang, akhirnya saya bilang bahwa “iya saya akan beli tiket bapak ketika saya di depan pintu bus”,, saya rasa itu permintaan yang wajar, karena bisa saja mereka nipu langsung di situ dengan memberi tiket palsu, dan bus nya kapan sampai saya kan juga gak tahu.. setelah bus kelihatan dan mereka ngotot minta uangnya, akhirnya saya kasih uang itu ke mereka, ternyata setelah saya kasih uang, mereka berusaha menipu lagi, tipuannya adalah, mereka mengatakan uang yang saya kasih bukan 50rb-an tapi uang 1rb-an, mereka memanfaatkan kepanikan suasana saat mau naik bus, saya keukeh mengatakan bahwa yg aq kasih itu 50rb dan saya gak mungkin keliru, karena sudah saya persiapkan sebelumnya. karena saya tahu uang yang saya kasih masih berada di balik tiket salah satu calo, akhirnya calo itu saya paksa menunjukkan uang dibalik tiketnya, calo itu gak mau, ya udah saya tetep saja naik bus meskipun mereka ngotot uangnya 1rb-an,, ealah.. setelah saya duduk di kursi bus, mereka seolah lupa kalau barusan ngotot uangnya kurang, saat ini mereka serius bagi2 uang dengan kondektur bus yang saya tumpangi. dasar calo sudah hilang urat malunya. mereka nipu itu seolah hal yang biasa dan bukan hal yang memalukan bagi mereka.

Cerita #2

cerita ini saat saya berada di terminal baru semarang mau menuju terminal lama semarang.
calo : mau kemana mas?
saya : ke terminal lama, kira2 naik apa ya Pak?
calo : kalo ke terminal lama naik ojek mas
saya : tidak ada bus kota kah?
calo : tidak ada
saya : kira2 berapa harga ojek ke terminal lama ya Pak?
calo : 50rb, sudah umum orang naik ojek
saya : oh segitu ya (batin saya, mana mungkin bus/angkutan umum gak ada, gak masuk akal, masak dua terminal besar gak ada penghubungnya)
calo : jadi gimana
saya : saya makan dulu Pak. (saya tanya penjaga warung, ternyata ada bus kota yang menuju terminal lama.)

catatan dari sini adalah apapun celah ketidaktahuan kita, maka akan dimanfaatkan calo. meskipun dia adalah calo bus, ternyata dia juga bekerjasama dgn ojek.. apapun yang membuatnya bisa menambah uang, dia lakukan. bahkan sekalipun tidak menguntungkan mereka secara langsung, tapi melihat orang tertipu rasanya mereka itu bangga.

Cerita #3

saat berada di terminal (tegal atau pekalongan saya lupa) mau menuju cirebon saat itu di terminal sekitar jam 9 pagi,, saya tanya kondektur bus jurusan ke bandung/cirebon naik PATAS ada apa tidak. soalnya saya belum melihat ada bus PATAS. saya tanya ke kondektur dengan harapan mereka jawab jujur tapi sebaliknya.
saya              : Patas ke cirebon biasanya datang jam berapa ya?
Kondektur : tidak ada PATAS jam segini mas
saya              : berapa jam lagi datangnya
kondektur : jam 6 sudah berangkat semua
saya              : seingat saya coyo ada deh Pak
kondektur : dibilang gak ada. itu tu klo mau ke cirebon sambil menunjuk bus non patas
saya              : ok pak.. (saya tidak naik bus itu tapi mencari2 barangkali masih ada)

Ternyata yang saya masuki adalah kawasan bus non patas, dan kawasan bus PATAS ada sendiri, pantesan saja kondektur itu bilang gak ada, ternyata dia solider terhadap sesama bus non patas. agar non patas nya ramai… huffhh sudah hilangkah kejujuran di terminal….

# banyak pula cerita lainnya, seperti informasi salah dari seseorang yg ada di terminal,sehingga naik becak demi menegejar waktu keberangkatan kerete, setelah samapai stasiun kereta yang saya tunggu gak datang. orang itu berbicara seakan dia sering melakukan perjalanan naik kereta, sehingga dia menyarankan saya naik kereta dengan semangatnya…

Kisah Kedua

kesedihan telak kepada saya yang kedua adalah putusnya hubungan dengan calon istri..

sebentar saya mau tarik napas dahulu soalnya saya capai menulis… hufhhh

Saya percaya akan kuasa Allah, orang yang sabar akan diberi balasan yang jauh lebih baik, saya percaya, Allah akan memberikan jodoh kepada saya jauh lebih baik daripada dia.

### deleted ### (karena berhubungan dengan individu secara langsung, saya delete saja, biar gak menambah dosa dengan membicarakan keburukan orang lain)